CIREBON, 9 Agustus 2025 – Semangat puluhan dosen matematika dari berbagai penjuru Cirebon begitu terasa di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) selama dua hari terakhir. Mereka tidak sedang mengikuti kuliah biasa, melainkan merampungkan sebuah workshop intensif yang mengubah cara pandang mereka tentang mengajar.
Program Studi Pendidikan Matematika UMC sukses menggelar acara bertajuk “Peningkatan Proses Pembelajaran dalam Bidang Digital Smart Class Melalui Pengembangan RPS Berbasis Lesson Study Terintegrasi Teknologi”. Ini bukan sekadar workshop, melainkan sebuah gerakan untuk memastikan pendidikan tidak tertinggal oleh zaman, yang diikuti oleh 27 dosen Pendidikan Matematika yang bertekad membawa perubahan di ruang kelas masing-masing.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) ini lahir dari kesadaran bahwa dunia telah berubah drastis karena disrupsi teknologi Era Revolusi Industri 4.0. Menjawab tantangan ini, konsep
Smart Class diperkenalkan sebagai solusi, sebuah kelas yang hidup di mana teknologi informasi dan komunikasi membuat pembelajaran lebih interaktif. “Tujuan kami bukan sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi mengubah paradigma,” jelas Ketua Pelaksana. “Untuk mewujudkan Smart Class yang efektif, butuh resep yang matang, dan resep itu adalah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dirancang dengan baik.”
Untuk mencapai tujuan itu, resep rahasia dalam workshop ini adalah metode Lesson Study, sebuah pendekatan kolaboratif di mana para dosen bersama-sama merencanakan, mengajar, mengamati, dan merefleksikan sebuah pelajaran. Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerja sama strategis antara Program Studi Pendidikan Matematika UMC dengan Center of Excellence Lesson and Learning Studies (CELLS) UPI. Kolaborasi ini menghadirkan dua pakar hebat sebagai narasumber, yaitu
Prof. Dr. Nurjannah, M.Pd dan Arif Hidayat, S.Pd., M.Si., PhD Ed.
Suasana workshop sendiri jauh dari kata kaku. Ruangan dipenuhi diskusi hangat saat para peserta terlibat langsung mendesain komponen RPS. Mereka fokus menerapkan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) untuk melahirkan produk pembelajaran yang nyata, seperti modul ajar dan video pembelajaran. Puncaknya adalah saat setiap kelompok mempresentasikan hasil karya mereka dan mendapat masukan langsung dari para ahli. “Workshop ini benar-benar membuka wawasan,” ungkap seorang peserta dengan antusias. “Kami tidak lagi melihat RPS sebagai tugas administratif, tapi sebagai cara merancang sebuah pengalaman belajar yang utuh dan bermakna bagi mahasiswa. Diskusi dan praktik langsungnya sangat membantu.”
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para dosen dapat kembali ke institusi masing-masing dengan membawa semangat baru dan keterampilan konkret untuk mengimplementasikan Smart Class. UMC berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, sejalan dengan visinya untuk memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.







Leave a Reply